Penyusunan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Memfasilitasi penyusunan Multimedia Pembelajaran Interaktif bersama SMA Al Mubarokah

Video Vlog Pembangkit

Video Vlog ini menampilkan tayangan tentang kegiatan pembangkit 2024

Kuliah Umum Pembatik Level 4

Pada kegiatan kuliah umum pembatik 2024 Level 4 bertajuk "Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)"

Webinar Sahabat Teknologi

Pada tanggal 25 Oktober 2024, saya dengan penuh semangat ikut serta dalam webinar “Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif” yang diselenggarakan oleh komunitas Sahabat Teknologi Jawa Timur

Berbagi praktik baik pemanfaatan e-learning berbasis Moodle

SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi fasilitator acara berbagi praktik baik bersama 54 guru dari SMA Negeri 1 Gedangan. Acara ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00,

Rabu, 27 Desember 2023

Universitas Muhammadiyah Bandung Tuan Rumah Olympicad 7



Bandung Universitas Muhammadiyah Bandung menjadi tuan rumah Olympic Ahmad Dahlan ke-7 (Olympicad 7). 

Dikutip dari portal Suaramuhammadiyah.id sebelumnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah pada tanggal 28-30 Juli 2023 di SM Tower & Convention Yogyakarta merekomendasikan Provinsi Bali sebagai tuan rumah. 

Namun dalam perkembanganya Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah akhirnya memutuskan Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah Olympicad VII. Hal tersebut tertuang dalam SK Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah nomor 396/SK/I.4/F/2023 perihal Penetapan Tuan Rumah Olympicad VII Siswa dan Guru Muhammadiyah Tingkat Nasional.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D mengatakan “Kegiatan Olympicad Nasional ini merupakan agenda resmi Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah yang diselenggarakan tiap dua tahun sebagai ajang silaturahmi dan peningkatan prestasi siswa dan guru Muhammadiyah SeIndonesia”.


Didik Suhardi, Ph.D menambahkan Olympicad mendorong siswa dan guru Muhammadiyah untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan mereka di berbagai bidang. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah. Selain itu  Olimpiade memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk menunjukkan potensi dan prestasi sebagai kebanggaan bagi Muhammadiyah dan masyarakat. 


“Olimpiade Ahmad Dahlan ke VII sempat tertunda karena pandemi Covid-19 dan Muktamar Muhammadiyah 48 di Solo, mohon dukungan semua pihak untuk kesuksesan Olympicad VII di Jawa Barat ” Ujar Didik Suhardi yang juga Deputi V Kemenko PMK RI.


Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah langsung melakukan rapat kordinasi dengan Ketua PWM Jawa Barat, Dikdasmen PNF Jawa Barat, Rektor UMB, Forum Guru Muhammadiyah Jawa Barat, PWA dan Ortom Tingkat Provinsi bertempat di Universitas Muhammadiyah Bandung, Selasa (31/10/23). Hadir dari Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D, M. Khoirul Huda, Arbaiyah Yusuf, Ghufron Amirulloh, Dandi Wijaya dan Tim Sekertariat.


Sekertaris Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah M. Khoirul Huda, M.Pd menyampaikan hasil kordinasi dengan PWM jawa Barat mendapat respon positif dan Jawa Barat siap menjadi tuan rumah Olympicad VII. Pertemuan tersebut juga menyepakati beberapa hal seperti waktu, tempat, rencana cabang lomba dll. Kegiatan akan dipusatkan di kota Bandung.


“Saat ini Majelis sedang gerak cepat untuk persiapan Olympicad VII, untuk pelaksanaan kegiatan akan kita laksanakan di bulan Februari 2024 setalah pemilu, dalam waktu dekat akan segera kami launching logo dan panduan Olympicad VII di Jawa Barat” Ujar Huda.


Adapun Bidang Lomba Olympicad yaitu Olimpiade Akademik dan Mata Pelajaran, Kreativitas, Lomba untuk Siswa, Lomba Guru, Lomba Sekolah, Islamic, Tekhnologi dan Olahraga. Adapun rencana kegiatan pendukung Olympicad seperti Seminar Internasional, Education Expo, Bazar, Silatnas Forum Guru Muhammadiyah. 

Senin, 04 September 2023

Pendidikan politik yang seimbang dan obyektif

 


Pendidikan politik yang seimbang dan obyektif dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum tanpa membuka ruang bagi kampanye politik di sekolah.

Putusan Mahkamah Konstitusi yang membolehkan kampanye politik pada fasilitas pendidikan berpotensi membuka peluang penyalahgunaan tujuan pendidikan demi keuntungan politik. Oleh karena itu, penting untuk merenungkan implikasi jangka panjang dari keputusan ini.

Seperti diberitakan Kompas.id (22/8/23), Mahkamah Konstitusi (MK) telah membuka pintu bagi kampanye politik untuk memasuki pintu gerbang pendidikan. Putusan MK Nomor 65/PUU-XXI/2023 membolehkan peserta pemilu berkampanye di fasilitas pemerintah dan pendidikan sepanjang tidak menggunakan atribut kampanye.

Apakah kita menyambut keputusan ini dengan tangan terbuka ataukah dengan ketidakpastian? Dalam dunia yang semakin kompleks dan terkadang terpolarisasi, pertanyaan ini mengandung implikasi yang mendalam terhadap integritas pendidikan di negara kita.

Melibatkan pelajar dalam dunia politik tentu saja adalah cara yang efektif untuk mengajarkan mereka tentang pentingnya partisipasi dan demokrasi. Namun, apakah lingkungan sekolah seharusnya menjadi medan perang politik, ataukah tetap menjadi tempat netral di mana pemikiran kritis dan obyektivitas diajarkan?

Netralitas pendidikan

Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat siswa dapat belajar dan berkembang tanpa adanya pengaruh politik yang meresahkan. Keputusan MK yang mengizinkan kampanye politik di sekolah membuka pintu bagi terganggunya suasana belajar yang seharusnya bebas dari polarisasi politik.

Sekolah seharusnya menjadi wilayah netral, siswa dapat mengeksplorasi berbagai gagasan dan pandangan tanpa tekanan dari kampanye politik. Dengan membawa politik langsung dalam lingkungan sekolah, berisiko mengabaikan ruang berharga ini untuk pengembangan pemikiran mandiri dan pemaparan pada keragaman pandangan. Pendidikan yang berkualitas memerlukan ruang yang aman bagi siswa untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan pemikiran independen.

Risiko siswa yang memiliki pandangan berbeda, merasa terpinggirkan, atau bahkan diintimidasi dapat meningkat. Kemungkinan terbesar yang muncul dari keputusan ini adalah perpecahan. Ketika siswa dihadapkan kepada pandangan politik yang beragam, tanpa arahan yang baik tentang bagaimana berdiskusi dengan baik dan hormat, lingkungan sekolah berisiko berubah menjadi medan perang tempat pandangan saling bentrok dan konflik muncul.

Kampanye politik di sekolah berpotensi mengganggu proses belajar-mengajar. Kehadiran materi politik yang intens dapat mengalihkan perhatian siswa dari pelajaran inti dan kurikulum yang seharusnya menjadi fokus utama. Seharusnya tidak ada ruang bagi distraksi politik di dalam kelas karena ini bisa merugikan pendidikan dan pengembangan akademik siswa. Pendekatan pendidikan politik yang seharusnya diambil adalah menyajikan berbagai pandangan secara obyektif, tanpa memberikan preferensi tertentu.

Risiko penyalahgunaan politik

Dengan mengizinkan kampanye politik di sekolah, terbuka peluang besar bagi penyalahgunaan tujuan pendidikan demi keuntungan politik. Partai atau kelompok tertentu dapat mencoba memanfaatkan situasi ini untuk memengaruhi opini dan pandangan siswa sesuai dengan kepentingan mereka dengan memberi rangsangan atau stimulus yang kurang sesuai.

Anak-anak dan remaja cenderung lebih mudah terpengaruh atau indoktrinasi dan kurang mampu melihat manipulasi di balik argumen politik. Hal ini sesuai dengan teori belajar behavioristik yang dikemukakan Edward Thorndike. Menurut dia, belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulan) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif atau respons (Uno, 2008).

Putusan ini membuka pintu bagi penyusupan agenda politik ke dalam kurikulum, mengancam integritas pendidikan dan mengorbankan pembentukan karakter siswa. Penting bagi sekolah untuk tetap menjaga independensi dan integritas pendidikan, serta mencegah campur tangan politik yang tidak sehat.

Apabila kampanye politik diperbolehkan tanpa pengawasan dan regulasi yang ketat, sekolah bisa menjadi tempat yang terancam oleh propaganda politik. Ini merusak tujuan pendidikan yang seharusnya mempromosikan pemikiran independen dan kritis.

Putusan MK yang membolehkan kampanye politik di lingkungan sekolah bukanlah langkah yang bijak. Sebagai alternatif, pendidikan politik yang seimbang dan obyektif dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum tanpa membuka ruang bagi kampanye politik di sekolah. Selain itu, mendorong pemahaman demokrasi, hak asasi manusia, dan keterampilan berpikir kritis lebih relevan daripada membawa arena politik ke dalam ruang pendidikan. Putusan ini sebaiknya dikaji ulang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjangnya terhadap tujuan utama pendidikan dan perkembangan karakter siswa.

Akhirnya, putusan MK ini meninggalkan pertanyaan penting tentang tujuan utama pendidikan. Apakah kita ingin menghasilkan generasi yang terdidik secara holistik, mampu berpikir kritis, dan memiliki pandangan yang independen? Ataukah kita ingin mengarahkan mereka menjadi pion dalam permainan politik? Penting bagi kita untuk merenungkan implikasi jangka panjang dari keputusan ini.

sumber : kompas.id

Senin, 10 Oktober 2022

Juara ME Awards 2022 Kategori Inovasi Perangkat Pembelajaran

 Final Muhammadiyah Education (ME) Awards 2022 Special Edition digelar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu 8 Oktober 2022. 

Untuk kategori Majalah Sekolah, Juara I Suwidiyanti (SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo); Juara II Achmad Saifuddin Zuhri (SD Muhammadiyah 16 Surabaya), dan Juara III Ria Rizaniyah (SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik)

Berikut daftar lengkap Juara ME Awards 2022 Special Edition Kategori Inovasi Perangat Pembelajaran:

sumber : pwmu.co


Rabu, 20 Mei 2020

Muhammadiyah terus berkembang dari zaman ke zaman

 


Pemikiran Islam dalam Muhammadiyah terus berkembang dari zaman ke zaman melengkapi landasan organisasi menghadapi tantangan.

Dasar dan misi organisasi yang awalnya sederhana terus berkembang hingga menjadi bentuknya yang sekarang. Proses berpikir di Muhammadiyah sangat dinamis merespon perkembangan kehidupan dengan mengacu pada al-Quran dan Sunnah.

Misal, dalam buku Aku Cinta Muhammadiyah (Rusli, 2019) disebutkan munculnya konsep kepribadian Muhammadiyah berawal dari ceramah KH Faqih Usman berjudul Apa Sih Muhammadiyah Itu. Lalu ditindaklanjuti oleh tim perumus  membahas masalah itu di Tanwir. Muktamar ke-35 tahun 1962 disepakati sebagai keputusan tentang Substansi Kepribadian Muhammadiyah.

Contoh lain di tahun 1927 dalam Kongres (Muktamar) Muhammadiyah ke-6 di Pekalongan Jawa Tengah. KH Mas Mansyur sebagai Consul Muhammadiyah Daerah Surabaya mengusulkan kepada peserta untuk membentuk majelis yang membahas masalah-masalah keagamaan.

Usul ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang berbeda mengenai masalah-masalah furu’iyah di kalangan ulama Muhammadiyah sendiri sehingga kuatir terjadi perpecahan antar warga Muhammadiyah.

Dari usulan ini kemudian di tahun 1929 Majelis Tarjih sidang untuk pertama kalinya dan menghasilkan keputusan di antaranya tuntunan Aqaidul Iman juga tuntunan shalat.

Darul Ahdi wa Syahadah

Pemahaman agama dalam Muhammadiyah bersifat menyeluruh baik tekstual dan kontekstual. Ijtihad ulama terdahulu menjadi bahan pertimbangan berbagai persoalan. Muhammadiyah tidak mengacu pada satu madzhab. Pemikiran dan ijtihad berbagai ulama terkemuka juga menjadi referensi.

Terkait kehidupan kebangsaan, Muhammadiyah memilliki rumusan Darul Ahdi wa Syahadah yang dihasilkan Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar. Inilah konsep relasi antara Muhammadiyah dan negara.

Darul ahdi artinya negara hasil konsensus nasional. Negara ini berdiri dari kemajemukan bangsa, golongan, daerah, kekuatan politik, sepakat untuk mendirikan Indonesia.

Darul syahada artinya negara tempat mengisi kemerdekaan oleh seluruh elemen bangsa menjadi negara yang maju, makmur, adil dan bermartabat.

Di era sekarang banyak terjadi perubahan secara cepat mengharuskan Muhammadiyah bisa mengimbangi dengan kebijakan yang tepat. Sebagai contoh setiap tahun tentang Ramadhan dan dua Hari Raya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah selalu membuat maklumat.

Menghadapi Wabah Corona

Saat Pemilu juga ada maklumat kebangsaan. Saat ini ketika merebak wabah Corona langsung merespon dengan menerbitkan Maklumat Fatwa Tarjih Beribadah dalam Kondisi Darurat Covid-19.  Langkah berikutnya membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) untuk melaksanakan kegiatan sosial membentuk Lumbang Pangan membantu warga terdampak wabah.

Secara konsisten Fatwa Tarjih itu dijalankan dengan menyerukan beribadah di rumah, kegiatan pengajian dan sekolah dilakukan secara virtual. Ketika ada keputusan pemerintah yang melenceng dan ambigu dari keputusan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) langsung disampaikan kritikan.   

Konsekuensi dari langkah itu RS Muhammadiyah dan Aisyiyah beserta tenaga medisnya turun menangani sosialisasi hidup bersih dan sehat serta tindakan kuratif perawatan pasien Corona. Semua gerakan serempak mulai dari pusat hingga ke pelosok daerah.

Mendekati 1 Syawal 1441 H dan melihat wabah Covid-19 masih tinggi, Muhammadiyah mengeluarkan seruan shalat Idul Fitri di rumah. Tidak ada shalat berjamaah di lapangan. Tujuannya , menghindari mudarat dari berkerumun yang potensial menularkan virus Corona.

Begitulah Muhammadiyah menyikapi zaman dan konsisten dengan sikapnya meskipun ada orang yang tak senang. Bukan asal beda tapi pemikiran merujuk pada sisi religiusitas dan rasionalitas. Muhammadiyah selalu konsisten meski ada yang tak senang.

sumber : pwmu.co

Selasa, 30 April 2013

Kurikulum bergantung pada sang "Pilot"

Suwidiyanti, S.Pd
Ilustrasi : Pasang surutnya kurikulum Indonesia.
Beberapa minggu lalu ramai diberitakan di  media cetak, televisi, dan internet  jatuhnya pesawat Lion Air di sisi landasan pacu (runway) Bandara Ngurah Rai, Bali.  Padahal pesawat ini termasuk varian New Generation (NG), jenis terbaru produksi tahun 2012. "Ini pesawat canggih dengan sistem keselamatan yang canggih juga," kata Edward Direktur umum Lion Air dalam wawancara bersama sebuah televisi swasta (Detik.com). Lalu apa yang salah? banyak faktor memang, salah satunya adalah  komandan di lambung pesawat sangat berperan dan bertanggungjawab penuh atas segala yang terjadi baik saat take off, flying dan landing. Ya, itulah sang pilot yang harus betul-betul kompeten. Meskipun pesawat super canggih bila pilot tak mampu mengoperasikan, akan berakibat fatal.. 

         Di dunia pendidikan Indonesia tak beda jauh peliknya. Pemerintah khususnya Kemdikbud tidak mau kalah, agenda utama tahun ini adalah meluncurkan kendaraan baru yang katanya akan menjadi yang terbaik di dunia, yang dapat mengantarkan peserta didik  sampai pada tujuan dengan selamat, yang diberi nama Kurikulum 2013 sebagai pengganti kendaraan lama KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).  Kurikulum 2013  adalah bagian dari usaha  pemerintah  yang tidak pernah berhenti berusaha untuk melakukan perbaikan pendidikan di Indonesia.


 
=======
banner
======

Ini adalah popup yang akan muncul hanya sekali.