Pada 22 Oktober 2024, aula SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo sudah dipenuhi oleh 40 peserta yang terdiri dari guru-guru penuh semangat. Mereka berkumpul untuk mengikuti acara "Berbagi Praktik Baik Optimalisasi Pemanfaatan PMM dan MPI dalam Pembelajaran." Tepat pukul 7 pagi, acara dimulai dengan suasana penuh antusiasme, diawali oleh sambutan dari kepala sekolah, Bapak M Zainul Arifin, yang tampil sebagai keynote speaker.
Bapak Zainul membuka acara dengan menceritakan tentang Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang telah diterapkan di sekolah. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bagaimana SIM telah mempermudah berbagai aspek administrasi, termasuk pencatatan kehadiran, pengelolaan nilai siswa, serta pelaporan akademik yang lebih efisien. Beliau juga bercerita tentang bagaimana SIM ini telah membantu sekolah dalam memantau perkembangan siswa secara lebih terstruktur, sehingga dapat mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi siswa dengan lebih cepat. Beliau mengakhiri pembukaannya dengan menyatakan betapa pentingnya teknologi dalam menunjang efektivitas pembelajaran modern.
Setelah pembukaan yang inspiratif, giliran saya untuk memaparkan materi utama terkait optimalisasi penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Media Pembelajaran Interaktif (MPI). Dengan semangat yang tidak kalah, saya memulai sesi dengan mengenalkan berbagai fitur PMM yang dirancang untuk memudahkan tugas para guru dalam mengembangkan materi ajar yang berkualitas. Saya menunjukkan bagaimana PMM menyediakan sumber daya yang sangat kaya mulai dari contoh-contoh modul ajar, asesmen terstruktur, hingga pelatihan mandiri untuk pengembangan kompetensi guru.
Saya menjelaskan bagaimana PMM dapat membantu guru menyiapkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum secara lebih efisien. Guru tidak perlu lagi membuat semuanya dari nol, tetapi bisa mengadaptasi materi yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kelas masing-masing. Selain itu, fitur-fitur seperti evaluasi digital memungkinkan guru untuk melakukan penilaian dengan lebih cepat dan akurat.
Lalu, saya memperkenalkan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) sebagai alat yang sangat membantu untuk membuat kelas menjadi lebih hidup. Saya memaparkan cara menggunakan MPI untuk membuat presentasi interaktif, video pembelajaran, dan bahkan kuis digital yang bisa langsung diakses oleh siswa melalui perangkat mereka. Dengan ini, pembelajaran di kelas tidak lagi bersifat satu arah, melainkan dua arah, di mana siswa lebih terlibat aktif dalam proses belajar.
Saya membagikan beberapa contoh penerapan PMM dan MPI yang sudah dilakukan di beberapa kelas, memperlihatkan betapa efektifnya alat-alat ini dalam meningkatkan partisipasi siswa. Peserta yang hadir tampak tertarik dan mulai berdiskusi tentang bagaimana mereka bisa mengintegrasikan kedua platform ini ke dalam metode pengajaran mereka sendiri. Ada yang bertanya tentang cara membuat kuis interaktif, ada juga yang tertarik dengan cara menggunakan modul ajar di PMM untuk mata pelajaran yang mereka ajarkan.
Setelah sesi tanya jawab yang seru, acara ditutup pada pukul 08.30 dengan kesimpulan bahwa penggunaan teknologi seperti PMM dan MPI memang sangat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital ini. Saya merasa puas bisa berbagi pengalaman dan melihat antusiasme dari para peserta untuk mulai mengadopsi teknologi ini di kelas mereka masing-masing. Sebelum beranjak pulang, para peserta mendapatkan bahan ajar tambahan yang bisa mereka pelajari lebih lanjut, siap untuk diimplementasikan dalam kelas.


.png)

0 comments :
Posting Komentar