Peserta pelatihan saat sesi foto bersama
Pada tanggal 23 Oktober 2024, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi fasilitator acara berbagi praktik baik bersama 54 guru dari SMA Negeri 1 Gedangan. Acara ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00, dengan topik utama tentang pemanfaatan Moodle dan pembelajaran berbasis digital sebagai bagian dari tugas sekolah penggerak untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka (Kurmer).
Acara dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah, Bapak M. Zainul Arifin, S.Kom., M.M., yang membuka pertemuan dengan semangat dan antusiasme. Beliau menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya sekolah penggerak untuk saling berbagi praktik baik dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Bapak Zainul menekankan pentingnya kolaborasi antar sekolah dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. “Kita saling belajar dari apa yang sudah kita implementasikan di masing-masing sekolah, sehingga bisa saling memperkaya pengalaman,” katanya. Beliau juga menambahkan bahwa tidak hanya SMA Muhammadiyah 2 yang akan berbagi, tetapi SMA Negeri 1 Gedangan juga akan menyampaikan praktik baik yang telah mereka terapkan di sekolah mereka.
Setelah sambutan dari kepala sekolah, narasumber pertama, Naimul Hajar Alkaromi, M.Kom., dan Buarhan Ahmad Amuludi, S.Kom., sebagai Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Manajemen, memaparkan tentang pemanfaatan Moodle dalam pembelajaran. Mereka menjelaskan bahwa Moodle adalah salah satu Learning Management System (LMS) yang telah banyak digunakan oleh sekolah-sekolah di Indonesia.
Moodle tidak hanya memungkinkan guru untuk menyampaikan materi ajar secara digital, tetapi juga menyediakan fitur-fitur yang mendukung asesmen, kolaborasi siswa, dan pelacakan perkembangan belajar secara efektif. Para peserta terlihat antusias ketika mendengar bagaimana Moodle dapat memudahkan guru dalam menyusun pembelajaran daring yang lebih terstruktur dan terukur.
Narasumber juga membagikan pengalaman SMA Negeri 1 Gedangan dalam mengintegrasikan Moodle ke dalam sistem pembelajaran mereka. Mereka menyoroti bagaimana Moodle membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran digital dan memberikan fleksibilitas bagi guru dalam menyusun materi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Para peserta dari kedua sekolah tampak tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang langkah-langkah praktis dalam mengimplementasikan Moodle di sekolah mereka.
Setelah sesi dari para narasumber, giliran saya untuk melanjutkan dengan memperkenalkan fitur-fitur yang terdapat di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Saya menjelaskan bahwa PMM menawarkan berbagai sumber daya yang dapat membantu guru menyiapkan modul ajar berdiferensiasi, sehingga materi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa.
Selain itu, saya juga memperkenalkan beberapa alat berbasis AI yang bisa mendukung proses pengajaran, seperti Asisten Guru AI, Leonardo AI, dan Gamma AI. Alat-alat ini dirancang untuk membantu guru dalam menganalisis kebutuhan siswa, mempersonalisasi materi ajar, hingga memberikan rekomendasi strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Selain itu, saya juga memperkenalkan Game Bamboozle, sebuah platform interaktif yang dapat digunakan untuk membuat kuis dan permainan edukatif. Dengan game ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif, karena siswa diajak untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar melalui tantangan-tantangan gamified. Peserta tampak sangat antusias, terutama ketika saya memberikan contoh-contoh implementasi game dalam kelas yang berhasil meningkatkan motivasi siswa.
Sepanjang acara, para peserta dari SMA Negeri 1 Gedangan dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dan keberhasilan mereka dalam menggunakan Moodle, PMM, dan alat-alat berbasis AI dalam pembelajaran. Pertukaran ide berlangsung hangat, dengan banyak guru yang mengajukan pertanyaan dan berbagi solusi.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif pada pukul 12.00, di mana para peserta menyampaikan ketertarikan mereka untuk segera mengimplementasikan inovasi yang mereka pelajari.
Dengan semangat kolaborasi dan saling berbagi, kedua sekolah berhasil memperkaya pengalaman dan pengetahuan mereka dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif di era digital ini. Sebelum pulang, para peserta mendapatkan materi tambahan dan panduan praktis untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

.jpeg)


0 comments :
Posting Komentar