Penyusunan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Memfasilitasi penyusunan Multimedia Pembelajaran Interaktif bersama SMA Al Mubarokah

Video Vlog Pembangkit

Video Vlog ini menampilkan tayangan tentang kegiatan pembangkit 2024

Kuliah Umum Pembatik Level 4

Pada kegiatan kuliah umum pembatik 2024 Level 4 bertajuk "Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)"

Webinar Sahabat Teknologi

Pada tanggal 25 Oktober 2024, saya dengan penuh semangat ikut serta dalam webinar “Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif” yang diselenggarakan oleh komunitas Sahabat Teknologi Jawa Timur

Berbagi praktik baik pemanfaatan e-learning berbasis Moodle

SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi fasilitator acara berbagi praktik baik bersama 54 guru dari SMA Negeri 1 Gedangan. Acara ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00,

Kamis, 24 Oktober 2024

Pembangkit 4 # Penyusunan Multimedia Pembelajaran Interaktif dengan Canva di SMA Al Mubarokah

sesi foto bersama dengan peserta dari SMA Al Mubarokah

Pada tanggal 24 Oktober 2024, kami mengadakan kegiatan berbagi praktik baik di SMA Al Mubarokah. Kegiatan ini dihadiri oleh 27 guru yang antusias untuk belajar dan mengembangkan keterampilan mereka dalam menyusun multimedia pembelajaran interaktif menggunakan Canva.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah, yang menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran di era digital ini. Beliau mengapresiasi upaya para guru untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran melalui teknologi.

Setelah sambutan, sesi pelatihan dimulai. Para peserta diajak untuk mengenal lebih jauh mengenai Canva, platform desain grafis yang memungkinkan pengguna untuk membuat berbagai jenis konten visual dengan mudah. Kami memberikan penjelasan langkah demi langkah tentang cara menggunakan fitur-fitur Canva, mulai dari membuat presentasi, poster, hingga video pembelajaran.

peserta sedang menyimak paparan materi

Selama sesi praktik, para guru dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Mereka berkolaborasi untuk merancang materi pembelajaran yang interaktif dan menarik, seperti infografis dan kuis. Kami juga menyediakan waktu untuk berbagi hasil karya masing-masing kelompok, yang menambah semangat dan kreativitas peserta.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis para guru, tetapi juga mendorong kolaborasi dan tukar pikiran di antara mereka. Kami berharap bahwa hasil dari pelatihan ini akan diterapkan di kelas dan memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran siswa.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi, di mana para guru menyampaikan pengalaman dan kesan mereka. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menggunakan Canva dan siap untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam pengajaran mereka.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami percaya bahwa pendidikan di SMA Al Mubarokah akan semakin berkembang dan dapat menghadapi tantangan di masa depan. Mari kita terus berbagi praktik baik dan berinovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik!

Suwidiyanti saat menyampaikan materi

presensi kegiatan

#blptkemendikbudristek 
#merdekabelajar 
#pembatik2024  
#sahabatteknologikemendikbudristek 
#platformmerdekamengajar

Rabu, 23 Oktober 2024

Persiapan Webinar Bersama Tutor pendamping Duta Teknologi Provinsi Jawa Timur

 

Pada tanggal 23 Oktober 2024, kami mengadakan sesi pendampingan persiapan webinar yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB melalui Google Meet. Sesi ini dipandu oleh pendamping kami, Pak Nauval Abdillah, seorang Duta Teknologi dari Jawa Timur. Sesi tambahan ini diadakan atas inisiatif kelompok Sahabat Teknologi kami, bertujuan agar kami dapat mempersiapkan diri secara maksimal untuk tampil di webinar mendatang.

Selama sesi ini, kami membahas action plan yang telah dibuat sebelumnya. Pak Nauval memberikan panduan mengenai bagaimana sebaiknya webinar nanti difokuskan pada praktik-praktik pembelajaran berbasis TIK yang sudah diimplementasikan, bukan hanya teori. Beliau menekankan pentingnya berbagi pengalaman nyata agar peserta webinar dapat langsung menerapkan pembelajaran yang telah kami lakukan di kelas masing-masing.

Tak hanya itu, kami juga mendapat pelatihan teknis terkait pelaksanaan webinar, mulai dari proses recording, live streaming, hingga pembagian tugas yang akan mendukung kelancaran acara. Kami belajar cara menjadi moderator, mengatur bagian desain flayer, membuat link presensi, dan mempersiapkan segala kebutuhan teknis lainnya. Panduan ini sangat membantu kami dalam memahami peran masing-masing dan pentingnya kerja sama tim dalam menyukseskan acara.

Dengan adanya sesi pendampingan ini, kami merasa lebih siap dan percaya diri dalam menyelenggarakan webinar. Simulasi yang dilakukan memberikan gambaran jelas tentang alur acara dan situasi yang mungkin terjadi, sehingga kami bisa mengantisipasi berbagai kendala sebelum hari H. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Nauval yang dengan sabar dan ikhlas mendampingi serta membantu kami menyelesaikan tugas Level 4 ini. Berkat dukungannya, kami merasa lebih mantap untuk menyelenggarakan webinar yang inspiratif dan bermanfaat.



Arsip Video


#blptkemendikbudristek 

#merdekabelajar 

#pembatik2024  

#sahabatteknologikemendikbudristek 

#platformmerdekamengajar

Pembangkit 3 # Pemanfaatan e-learning berbasis Moodle dan Pembelajaran Berbasis Digital Menggunakan MPI di SMA Negeri 1 Gedangan

 Peserta pelatihan saat sesi foto bersama

Pada tanggal 23 Oktober 2024, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi fasilitator acara berbagi praktik baik bersama 54 guru dari SMA Negeri 1 Gedangan. Acara ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00, dengan topik utama tentang pemanfaatan Moodle dan pembelajaran berbasis digital sebagai bagian dari tugas sekolah penggerak untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka (Kurmer).

Acara dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah, Bapak M. Zainul Arifin, S.Kom., M.M., yang membuka pertemuan dengan semangat dan antusiasme. Beliau menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya sekolah penggerak untuk saling berbagi praktik baik dalam implementasi Kurikulum Merdeka. 

Bapak Zainul menekankan pentingnya kolaborasi antar sekolah dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. “Kita saling belajar dari apa yang sudah kita implementasikan di masing-masing sekolah, sehingga bisa saling memperkaya pengalaman,” katanya. Beliau juga menambahkan bahwa tidak hanya SMA Muhammadiyah 2 yang akan berbagi, tetapi SMA Negeri 1 Gedangan juga akan menyampaikan praktik baik yang telah mereka terapkan di sekolah mereka.

Setelah sambutan dari kepala sekolah, narasumber pertama, Naimul Hajar Alkaromi, M.Kom., dan Buarhan Ahmad Amuludi, S.Kom., sebagai Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Manajemen, memaparkan tentang pemanfaatan Moodle dalam pembelajaran. Mereka menjelaskan bahwa Moodle adalah salah satu Learning Management System (LMS) yang telah banyak digunakan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. 

Moodle tidak hanya memungkinkan guru untuk menyampaikan materi ajar secara digital, tetapi juga menyediakan fitur-fitur yang mendukung asesmen, kolaborasi siswa, dan pelacakan perkembangan belajar secara efektif. Para peserta terlihat antusias ketika mendengar bagaimana Moodle dapat memudahkan guru dalam menyusun pembelajaran daring yang lebih terstruktur dan terukur.


Narasumber juga membagikan pengalaman SMA Negeri 1 Gedangan dalam mengintegrasikan Moodle ke dalam sistem pembelajaran mereka. Mereka menyoroti bagaimana Moodle membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran digital dan memberikan fleksibilitas bagi guru dalam menyusun materi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Para peserta dari kedua sekolah tampak tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang langkah-langkah praktis dalam mengimplementasikan Moodle di sekolah mereka.

Setelah sesi dari para narasumber, giliran saya untuk melanjutkan dengan memperkenalkan fitur-fitur yang terdapat di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Saya menjelaskan bahwa PMM menawarkan berbagai sumber daya yang dapat membantu guru menyiapkan modul ajar berdiferensiasi, sehingga materi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa. 

Selain itu, saya juga memperkenalkan beberapa alat berbasis AI yang bisa mendukung proses pengajaran, seperti Asisten Guru AI, Leonardo AI, dan Gamma AI. Alat-alat ini dirancang untuk membantu guru dalam menganalisis kebutuhan siswa, mempersonalisasi materi ajar, hingga memberikan rekomendasi strategi pembelajaran yang lebih efektif.

Selain itu, saya juga memperkenalkan Game Bamboozle, sebuah platform interaktif yang dapat digunakan untuk membuat kuis dan permainan edukatif. Dengan game ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif, karena siswa diajak untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar melalui tantangan-tantangan gamified. Peserta tampak sangat antusias, terutama ketika saya memberikan contoh-contoh implementasi game dalam kelas yang berhasil meningkatkan motivasi siswa.

Sepanjang acara, para peserta dari SMA Negeri 1 Gedangan dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dan keberhasilan mereka dalam menggunakan Moodle, PMM, dan alat-alat berbasis AI dalam pembelajaran. Pertukaran ide berlangsung hangat, dengan banyak guru yang mengajukan pertanyaan dan berbagi solusi.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif pada pukul 12.00, di mana para peserta menyampaikan ketertarikan mereka untuk segera mengimplementasikan inovasi yang mereka pelajari. 

Dengan semangat kolaborasi dan saling berbagi, kedua sekolah berhasil memperkaya pengalaman dan pengetahuan mereka dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif di era digital ini. Sebelum pulang, para peserta mendapatkan materi tambahan dan panduan praktis untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

penyampaian materi oleh Suwidiyanti

Presensi Kegiatan

#blptkemendikbudristek 
#merdekabelajar 
#pembatik2024  
#sahabatteknologikemendikbudristek 
#platformmerdekamengajar


Selasa, 22 Oktober 2024

Pembangkit 2 # Optimalisasi Pemanfaatan PMM dan MPI di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo

Pada 22 Oktober 2024, aula SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo sudah dipenuhi oleh 40 peserta yang terdiri dari guru-guru penuh semangat. Mereka berkumpul untuk mengikuti acara "Berbagi Praktik Baik Optimalisasi Pemanfaatan PMM dan MPI dalam Pembelajaran." Tepat pukul 7 pagi, acara dimulai dengan suasana penuh antusiasme, diawali oleh sambutan dari kepala sekolah, Bapak M Zainul Arifin, yang tampil sebagai keynote speaker.

Bapak Zainul membuka acara dengan menceritakan tentang Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang telah diterapkan di sekolah. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bagaimana SIM telah mempermudah berbagai aspek administrasi, termasuk pencatatan kehadiran, pengelolaan nilai siswa, serta pelaporan akademik yang lebih efisien. Beliau juga bercerita tentang bagaimana SIM ini telah membantu sekolah dalam memantau perkembangan siswa secara lebih terstruktur, sehingga dapat mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi siswa dengan lebih cepat. Beliau mengakhiri pembukaannya dengan menyatakan betapa pentingnya teknologi dalam menunjang efektivitas pembelajaran modern.

Setelah pembukaan yang inspiratif, giliran saya untuk memaparkan materi utama terkait optimalisasi penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Media Pembelajaran Interaktif (MPI). Dengan semangat yang tidak kalah, saya memulai sesi dengan mengenalkan berbagai fitur PMM yang dirancang untuk memudahkan tugas para guru dalam mengembangkan materi ajar yang berkualitas. Saya menunjukkan bagaimana PMM menyediakan sumber daya yang sangat kaya mulai dari contoh-contoh modul ajar, asesmen terstruktur, hingga pelatihan mandiri untuk pengembangan kompetensi guru.


Saya menjelaskan bagaimana PMM dapat membantu guru menyiapkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum secara lebih efisien. Guru tidak perlu lagi membuat semuanya dari nol, tetapi bisa mengadaptasi materi yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kelas masing-masing. Selain itu, fitur-fitur seperti evaluasi digital memungkinkan guru untuk melakukan penilaian dengan lebih cepat dan akurat.

Lalu, saya memperkenalkan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) sebagai alat yang sangat membantu untuk membuat kelas menjadi lebih hidup. Saya memaparkan cara menggunakan MPI untuk membuat presentasi interaktif, video pembelajaran, dan bahkan kuis digital yang bisa langsung diakses oleh siswa melalui perangkat mereka. Dengan ini, pembelajaran di kelas tidak lagi bersifat satu arah, melainkan dua arah, di mana siswa lebih terlibat aktif dalam proses belajar.

Saya membagikan beberapa contoh penerapan PMM dan MPI yang sudah dilakukan di beberapa kelas, memperlihatkan betapa efektifnya alat-alat ini dalam meningkatkan partisipasi siswa. Peserta yang hadir tampak tertarik dan mulai berdiskusi tentang bagaimana mereka bisa mengintegrasikan kedua platform ini ke dalam metode pengajaran mereka sendiri. Ada yang bertanya tentang cara membuat kuis interaktif, ada juga yang tertarik dengan cara menggunakan modul ajar di PMM untuk mata pelajaran yang mereka ajarkan.

Setelah sesi tanya jawab yang seru, acara ditutup pada pukul 08.30 dengan kesimpulan bahwa penggunaan teknologi seperti PMM dan MPI memang sangat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital ini. Saya merasa puas bisa berbagi pengalaman dan melihat antusiasme dari para peserta untuk mulai mengadopsi teknologi ini di kelas mereka masing-masing. Sebelum beranjak pulang, para peserta mendapatkan bahan ajar tambahan yang bisa mereka pelajari lebih lanjut, siap untuk diimplementasikan dalam kelas.

Penyampaian materi oleh Suwidiyanti
presensi kegiatan

#blptkemendikbudristek 
#merdekabelajar 
#pembatik2024  
#sahabatteknologikemendikbudristek 
#platformmerdekamengajar
 

Senin, 21 Oktober 2024

Pembangkit 1 # Optimalisasi Pemanfaatan PMM dan Pembelajaran Berbasis Digital di SMA Al Amin



Pada Selasa 21 Oktober 2024, suasana di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo terasa lebih semarak dari biasanya. 21 guru dari SMA Islam Al-Amin hadir untuk mengikuti acara berbagi praktik baik dengan topik "Optimalisasi Pemanfaatan PMM dan Pembelajaran Berbasis Digital." Acara dimulai pada pukul 07.30 dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta.

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 2, Bapak M. Zainul Arifin, S.Kom., M.M., membuka acara sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya Kurikulum Merdeka sebagai pondasi untuk mengasah kemampuan siswa, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global, dan bagaimana pendidik perlu terus beradaptasi dengan perubahan yang cepat. 

Beliau menambahkan bahwa guru juga harus fleksibel dalam metode pengajaran, serta mendukung penggunaan teknologi digital yang bisa memperkuat sistem pembelajaran. Tak lupa, Bapak Zainul juga menyoroti bagaimana sistem informasi sekolah dan pengelolaan data siswa yang baik dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan terarah.

Setelah sambutan kepala sekolah, giliran narasumber pertama, Ibu Alfi Faridian, yang menyampaikan materinya. Ibu Alfi memaparkan tentang Capaian Pembelajaran (CP) terbaru dalam Kurikulum Merdeka. . Selain itu, Ibu Alfi menyoroti beberapa miskonsepsi yang masih sering muncul di kalangan pendidik terkait implementasi kurmer ini, misalnya anggapan bahwa setiap siswa harus mencapai standar yang sama dalam waktu yang sama, padahal Kurikulum Merdeka justru mendukung pembelajaran yang lebih fleksibel dan mendalam, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.

Narasumber kedua, Ibu Pratiwi Samsugiyarni, kemudian melanjutkan sesi dengan membahas tentang pembuatan modul ajar berdiferensiasi. Ibu Pratiwi menjelaskan bahwa diferensiasi dalam pengajaran merupakan kunci untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda. Ia memberikan contoh konkret bagaimana modul ajar dapat disesuaikan dengan gaya belajar siswa, dan penyediaan variasi metode pengajaran Dengan diferensiasi ini, siswa yang memiliki kemampuan dan minat yang berbeda bisa belajar dengan cara yang paling sesuai untuk mereka.

Setelah sesi dari Ibu Pratiwi, giliran saya untuk memberikan paparan mengenai fitur-fitur yang tersedia di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Saya menjelaskan bahwa PMM adalah alat yang sangat membantu guru dalam menyusun modul ajar yang berdiferensiasi dengan mudah. Dengan PMM, guru dapat mengakses berbagai sumber daya yang siap pakai, yang bisa langsung disesuaikan dengan kebutuhan kelas. Selain itu, saya juga memperkenalkan bagaimana Artificial Intelligence (AI) dalam PMM yang diberi nama Asisten guru atau kita kenal dengan ARU dapat digunakan untuk mempersonalisasi materi ajar sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan belajar siswa.

Tidak lupa, saya memperkenalkan Game Wardwall sebagai salah satu platform pembelajaran interaktif yang bisa membuat suasana belajar lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa. Dengan Wardwall, guru bisa membuat kuis, tantangan, dan permainan edukatif yang diakses siswa melalui perangkat digital mereka. Pendekatan gamifikasi ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat mereka lebih antusias dalam belajar.

Para peserta dari SMA Islam Al-Amin terlihat sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Mereka banyak bertanya mengenai penerapan modul ajar berdiferensiasi dan bagaimana teknologi seperti PMM, AI, dan Wardwall bisa diintegrasikan dalam pembelajaran mereka sehari-hari. Diskusi berjalan hangat, dengan banyak guru yang berbagi pengalaman tentang tantangan yang mereka hadapi di kelas dan bagaimana mereka bisa menerapkan inovasi yang baru saja dipelajari.

Acara berakhir pada pukul 12 siang dengan sesi tanya jawab yang produktif. Para peserta membawa pulang banyak wawasan baru, materi digital, serta semangat untuk mulai mengintegrasikan teknologi dalam proses pengajaran mereka. Di penghujung acara, kepala sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif semua peserta, berharap pertemuan ini akan membuka jalan bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.


Suwidiyanti saat menyampaikan materi

Presensi Kegiatan

#blptkemendikbudristek 
#merdekabelajar 
#pembatik2024  
#sahabatteknologikemendikbudristek 
#platformmerdekamengajar






 
=======
banner
======

Ini adalah popup yang akan muncul hanya sekali.