Penyusunan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Memfasilitasi penyusunan Multimedia Pembelajaran Interaktif bersama SMA Al Mubarokah

Video Vlog Pembangkit

Video Vlog ini menampilkan tayangan tentang kegiatan pembangkit 2024

Kuliah Umum Pembatik Level 4

Pada kegiatan kuliah umum pembatik 2024 Level 4 bertajuk "Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)"

Webinar Sahabat Teknologi

Pada tanggal 25 Oktober 2024, saya dengan penuh semangat ikut serta dalam webinar “Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif” yang diselenggarakan oleh komunitas Sahabat Teknologi Jawa Timur

Berbagi praktik baik pemanfaatan e-learning berbasis Moodle

SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi fasilitator acara berbagi praktik baik bersama 54 guru dari SMA Negeri 1 Gedangan. Acara ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00,

Rabu, 16 Oktober 2024

Kegiatan Sinkronus Level 4 Bersama Para Tutor







Pada malam tanggal 16 Oktober 2024, para Sahabat Teknologi Jawa Timur bergabung dalam sesi sinkronus Level 4 Pembatik. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB ini merupakan wadah bagi para guru untuk mendalami materi di Level 4 dan mendapatkan berbagai tips berharga agar berhasil lulus dalam program ini. Dengan format daring melalui platform Google Meet, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber ahli yang siap berbagi inspirasi dan ilmu.

Kegiatan ini dibuka oleh pak Bardo Baskoro dari BLPT Pusdatin Kemendikbudristek Jawa Timur yang memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk terus mengembangkan diri melalui teknologi. Dalam sambutannya, Bardo mengingatkan bahwa menjadi Sahabat Teknologi bukan hanya tentang menguasai teknologi, tetapi juga tentang menjadi inspirasi bagi para siswa dan rekan sejawat.

Para peserta berkesempatan belajar langsung dari para tutor yang kompeten, termasuk  pakArif Darmawan dari BLPT Pusdatin Kemendikbudristek dan berbagai duta teknologi Dari Propinsi Jawa Timur seperti cak Rahmat Effendi,  bunda raden roro Martiningsih, pak Noval Abdillah, bu Kiki Niken Saputri, pak Ilham Saputra,  bu Eka Nurviana Fatmawati, serta pak Andika Faris. Mereka membagikan pengalaman dan tips praktis yang sangat berguna, terutama dalam pendalaman materi yang ada di modul-modul berikut:

1. Modul 11 - Membangun Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pemanfaatan Platform Teknologi  

   Dalam modul ini, para tutor menjelaskan berbagai cara memaksimalkan platform digital untuk berkolaborasi di lingkungan sekolah, maupun yang lebih luas dalam masyarakat..

2. Modul 12 - Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Pembelajaran dan Berbagi Inspirasi 

   Di sesi ini, para tutor memberikan inspirasi tentang bagaimana memanfaatkan media sosial untuk berbagi praktik baik dan pengalaman belajar. Mereka berbagi tips membuat konten edukatif yang menarik dan relevan, sehingga bisa menginspirasi guru lain serta siswa. Para tutor juga memberikan saran tentang jenis-jenis konten yang bisa dibuat, mulai dari infografis, video pembelajaran, hingga cerita inspiratif tentang pengalaman mereka

3. Modul 13 - Publikasi Karya Tulis untuk Pengembangan Profesi Guru

   Para tutor memberikan panduan tentang cara menulis artikel yang layak dipublikasikan dan bermanfaat bagi dunia pendidikan. Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana memulai tulisan. Selain itu, peserta juga mendapatkan tips untuk mengatasi kesulitan menulis dan mempublikasikan karya di jurnal pendidikan atau blog edukasi.

Sesi ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang materi di Level 4, tetapi juga tips dan trik untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan baik dan masuk ke jajaran 5 besar Pembatik. Para tutor menyarankan peserta untuk konsisten dalam mengerjakan rencana aksi mereka, selalu terbuka untuk belajar, dan menjaga kolaborasi dengan peserta lain.

Setelah sesi yang penuh inspirasi ini, saya kembali dengan semangat dan kepercayaan diri baru. Mereka kini lebih siap untuk menghadapi tantangan di Level 4 dan mencapai tujuan untuk menjadi Duta Teknologi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa meskipun dilakukan secara daring, semangat dan energi kebersamaan tetap terasa kuat di antara para Sahabat Teknologi yang berkomitmen untuk memajukan pendidikan Indonesia


#blptkemendikbudristek 
#merdekabelajar 
#pembatik2024  
#sahabatteknologikemendikbudristek 
#platformmerdekamengajar

Rabu, 21 Agustus 2024

18 Cabang Lomba Me Award 2024

Logo Me Award

Ada 18 cabang lomba yang akan dipertandingkan dalam ajang Muhammadiyah Education (ME) Awards 2024 yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Selasa (20/8/2024).

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim, Dr Eko Hardi Ansyah MPsi setelah kegiatan ME Awards 2024 ini diluncurkan pada hari Jumat (16/8) yang lalu.

“Pelaksanaan lomba ME Awards 2024 ini akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2024 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dengan mengusung tema The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengapresiasi kontribusi dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh generasi muda Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.

Peserta yang dapat mengikuti lomba adalah kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan sekolah/madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia.

Pendaftaran ME Awards 2024 ini dapat dilakukan melalui akun laman sekolah masing-masing di website sekolah.dikdasmen.id. Dengan batas akhir pendaftaran pada tanggal 20 September 2024.

Untuk kejelasan informasi lomba ME Awards 2024 ini, baik pendaftaran maupun ketentuan teknis pelaksanaannya dapat dibaca pada guide book yang telah disusun dan diterbitkan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim dengan mengunduhnya di website sekolah.dikdasmen.id.

Inilah 18 cabang lomba dalam kompetisi ME Awards 2024:

  1. Tahfidz al-Qur’an
  2. Seni Baca al-Qur’an
  3. Pidato Bahasa Arab
  4. Pidato Bahasa Inggris
  5. Business Plan
  6. Animasi
  7. Robotika
  8. ISMU fil Arabia
  9. ISMU in English
  10. Matematika
  11. IPA/Fisika
  12. Ekonomi
  13. School Magazine
  14. School Website
  15. Kepala Sekolah/Madrasah Berprestasi
  16. Guru Berprestasi
  17. Tenaga Kependidikan Berprestasi
  18. Inovasi Media Pembelajaran Digital

Bagi para juara diberikan hadiah berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan.

sumber : pwmu.co

Rabu, 27 Desember 2023

Universitas Muhammadiyah Bandung Tuan Rumah Olympicad 7



Bandung Universitas Muhammadiyah Bandung menjadi tuan rumah Olympic Ahmad Dahlan ke-7 (Olympicad 7). 

Dikutip dari portal Suaramuhammadiyah.id sebelumnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah pada tanggal 28-30 Juli 2023 di SM Tower & Convention Yogyakarta merekomendasikan Provinsi Bali sebagai tuan rumah. 

Namun dalam perkembanganya Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah akhirnya memutuskan Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah Olympicad VII. Hal tersebut tertuang dalam SK Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah nomor 396/SK/I.4/F/2023 perihal Penetapan Tuan Rumah Olympicad VII Siswa dan Guru Muhammadiyah Tingkat Nasional.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D mengatakan “Kegiatan Olympicad Nasional ini merupakan agenda resmi Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah yang diselenggarakan tiap dua tahun sebagai ajang silaturahmi dan peningkatan prestasi siswa dan guru Muhammadiyah SeIndonesia”.


Didik Suhardi, Ph.D menambahkan Olympicad mendorong siswa dan guru Muhammadiyah untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan mereka di berbagai bidang. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah. Selain itu  Olimpiade memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk menunjukkan potensi dan prestasi sebagai kebanggaan bagi Muhammadiyah dan masyarakat. 


“Olimpiade Ahmad Dahlan ke VII sempat tertunda karena pandemi Covid-19 dan Muktamar Muhammadiyah 48 di Solo, mohon dukungan semua pihak untuk kesuksesan Olympicad VII di Jawa Barat ” Ujar Didik Suhardi yang juga Deputi V Kemenko PMK RI.


Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah langsung melakukan rapat kordinasi dengan Ketua PWM Jawa Barat, Dikdasmen PNF Jawa Barat, Rektor UMB, Forum Guru Muhammadiyah Jawa Barat, PWA dan Ortom Tingkat Provinsi bertempat di Universitas Muhammadiyah Bandung, Selasa (31/10/23). Hadir dari Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D, M. Khoirul Huda, Arbaiyah Yusuf, Ghufron Amirulloh, Dandi Wijaya dan Tim Sekertariat.


Sekertaris Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah M. Khoirul Huda, M.Pd menyampaikan hasil kordinasi dengan PWM jawa Barat mendapat respon positif dan Jawa Barat siap menjadi tuan rumah Olympicad VII. Pertemuan tersebut juga menyepakati beberapa hal seperti waktu, tempat, rencana cabang lomba dll. Kegiatan akan dipusatkan di kota Bandung.


“Saat ini Majelis sedang gerak cepat untuk persiapan Olympicad VII, untuk pelaksanaan kegiatan akan kita laksanakan di bulan Februari 2024 setalah pemilu, dalam waktu dekat akan segera kami launching logo dan panduan Olympicad VII di Jawa Barat” Ujar Huda.


Adapun Bidang Lomba Olympicad yaitu Olimpiade Akademik dan Mata Pelajaran, Kreativitas, Lomba untuk Siswa, Lomba Guru, Lomba Sekolah, Islamic, Tekhnologi dan Olahraga. Adapun rencana kegiatan pendukung Olympicad seperti Seminar Internasional, Education Expo, Bazar, Silatnas Forum Guru Muhammadiyah. 

Senin, 04 September 2023

Pendidikan politik yang seimbang dan obyektif

 


Pendidikan politik yang seimbang dan obyektif dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum tanpa membuka ruang bagi kampanye politik di sekolah.

Putusan Mahkamah Konstitusi yang membolehkan kampanye politik pada fasilitas pendidikan berpotensi membuka peluang penyalahgunaan tujuan pendidikan demi keuntungan politik. Oleh karena itu, penting untuk merenungkan implikasi jangka panjang dari keputusan ini.

Seperti diberitakan Kompas.id (22/8/23), Mahkamah Konstitusi (MK) telah membuka pintu bagi kampanye politik untuk memasuki pintu gerbang pendidikan. Putusan MK Nomor 65/PUU-XXI/2023 membolehkan peserta pemilu berkampanye di fasilitas pemerintah dan pendidikan sepanjang tidak menggunakan atribut kampanye.

Apakah kita menyambut keputusan ini dengan tangan terbuka ataukah dengan ketidakpastian? Dalam dunia yang semakin kompleks dan terkadang terpolarisasi, pertanyaan ini mengandung implikasi yang mendalam terhadap integritas pendidikan di negara kita.

Melibatkan pelajar dalam dunia politik tentu saja adalah cara yang efektif untuk mengajarkan mereka tentang pentingnya partisipasi dan demokrasi. Namun, apakah lingkungan sekolah seharusnya menjadi medan perang politik, ataukah tetap menjadi tempat netral di mana pemikiran kritis dan obyektivitas diajarkan?

Netralitas pendidikan

Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat siswa dapat belajar dan berkembang tanpa adanya pengaruh politik yang meresahkan. Keputusan MK yang mengizinkan kampanye politik di sekolah membuka pintu bagi terganggunya suasana belajar yang seharusnya bebas dari polarisasi politik.

Sekolah seharusnya menjadi wilayah netral, siswa dapat mengeksplorasi berbagai gagasan dan pandangan tanpa tekanan dari kampanye politik. Dengan membawa politik langsung dalam lingkungan sekolah, berisiko mengabaikan ruang berharga ini untuk pengembangan pemikiran mandiri dan pemaparan pada keragaman pandangan. Pendidikan yang berkualitas memerlukan ruang yang aman bagi siswa untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan pemikiran independen.

Risiko siswa yang memiliki pandangan berbeda, merasa terpinggirkan, atau bahkan diintimidasi dapat meningkat. Kemungkinan terbesar yang muncul dari keputusan ini adalah perpecahan. Ketika siswa dihadapkan kepada pandangan politik yang beragam, tanpa arahan yang baik tentang bagaimana berdiskusi dengan baik dan hormat, lingkungan sekolah berisiko berubah menjadi medan perang tempat pandangan saling bentrok dan konflik muncul.

Kampanye politik di sekolah berpotensi mengganggu proses belajar-mengajar. Kehadiran materi politik yang intens dapat mengalihkan perhatian siswa dari pelajaran inti dan kurikulum yang seharusnya menjadi fokus utama. Seharusnya tidak ada ruang bagi distraksi politik di dalam kelas karena ini bisa merugikan pendidikan dan pengembangan akademik siswa. Pendekatan pendidikan politik yang seharusnya diambil adalah menyajikan berbagai pandangan secara obyektif, tanpa memberikan preferensi tertentu.

Risiko penyalahgunaan politik

Dengan mengizinkan kampanye politik di sekolah, terbuka peluang besar bagi penyalahgunaan tujuan pendidikan demi keuntungan politik. Partai atau kelompok tertentu dapat mencoba memanfaatkan situasi ini untuk memengaruhi opini dan pandangan siswa sesuai dengan kepentingan mereka dengan memberi rangsangan atau stimulus yang kurang sesuai.

Anak-anak dan remaja cenderung lebih mudah terpengaruh atau indoktrinasi dan kurang mampu melihat manipulasi di balik argumen politik. Hal ini sesuai dengan teori belajar behavioristik yang dikemukakan Edward Thorndike. Menurut dia, belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulan) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif atau respons (Uno, 2008).

Putusan ini membuka pintu bagi penyusupan agenda politik ke dalam kurikulum, mengancam integritas pendidikan dan mengorbankan pembentukan karakter siswa. Penting bagi sekolah untuk tetap menjaga independensi dan integritas pendidikan, serta mencegah campur tangan politik yang tidak sehat.

Apabila kampanye politik diperbolehkan tanpa pengawasan dan regulasi yang ketat, sekolah bisa menjadi tempat yang terancam oleh propaganda politik. Ini merusak tujuan pendidikan yang seharusnya mempromosikan pemikiran independen dan kritis.

Putusan MK yang membolehkan kampanye politik di lingkungan sekolah bukanlah langkah yang bijak. Sebagai alternatif, pendidikan politik yang seimbang dan obyektif dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum tanpa membuka ruang bagi kampanye politik di sekolah. Selain itu, mendorong pemahaman demokrasi, hak asasi manusia, dan keterampilan berpikir kritis lebih relevan daripada membawa arena politik ke dalam ruang pendidikan. Putusan ini sebaiknya dikaji ulang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjangnya terhadap tujuan utama pendidikan dan perkembangan karakter siswa.

Akhirnya, putusan MK ini meninggalkan pertanyaan penting tentang tujuan utama pendidikan. Apakah kita ingin menghasilkan generasi yang terdidik secara holistik, mampu berpikir kritis, dan memiliki pandangan yang independen? Ataukah kita ingin mengarahkan mereka menjadi pion dalam permainan politik? Penting bagi kita untuk merenungkan implikasi jangka panjang dari keputusan ini.

sumber : kompas.id

Senin, 10 Oktober 2022

Juara ME Awards 2022 Kategori Inovasi Perangkat Pembelajaran

 Final Muhammadiyah Education (ME) Awards 2022 Special Edition digelar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu 8 Oktober 2022. 

Untuk kategori Majalah Sekolah, Juara I Suwidiyanti (SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo); Juara II Achmad Saifuddin Zuhri (SD Muhammadiyah 16 Surabaya), dan Juara III Ria Rizaniyah (SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik)

Berikut daftar lengkap Juara ME Awards 2022 Special Edition Kategori Inovasi Perangat Pembelajaran:

sumber : pwmu.co


 
=======
banner
======

Ini adalah popup yang akan muncul hanya sekali.