(DOWNLOAD)
Memfasilitasi penyusunan Multimedia Pembelajaran Interaktif bersama SMA Al Mubarokah
Video Vlog ini menampilkan tayangan tentang kegiatan pembangkit 2024
Pada kegiatan kuliah umum pembatik 2024 Level 4 bertajuk "Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)"
Pada tanggal 25 Oktober 2024, saya dengan penuh semangat ikut serta dalam webinar “Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif” yang diselenggarakan oleh komunitas Sahabat Teknologi Jawa Timur
SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi fasilitator acara berbagi praktik baik bersama 54 guru dari SMA Negeri 1 Gedangan. Acara ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00,
Alhamdulillah, pada hari Minggu, 27 Oktober 2024, saya berkesempatan berbagi praktik baik dalam webinar lintas provinsi bertema "SIMPATIK” Serunya Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK yang diselenggarakan oleh Komunitas Sahabat Teknologi Maluku 2024.
Kegiatan ini berlangsung secara daring pada pukul 15.30 WITA, dengan sambutan dari keynote speaker kami, Surahman K., S.Pd., Duta Teknologi Maluku Utara tahun 2021. Kehadiran beliau membawa inspirasi bagi kami semua untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi di dunia pendidikan.
Webinar ini mengumpulkan rekan-rekan Sahabat Teknologi dari berbagai provinsi, menjadikannya momen yang sangat spesial. Saya merasa beruntung bisa berbagi praktik baik bersama teman-teman yang luar biasa dari berbagai wilayah: Fitrayanti, S.Pd., STK dari Sulawesi Barat, Dewi Lestari, S.Pd., STK dari Sulawesi Barat, Septiani, S.Pd., STK dari Kalimantan Tengah, Yohana A., S.Pd., STK dari Papua Selatan, dan Erita Apriliasih, S.Pd., STK dari Maluku Utara dan saya Suwidiyanti, M.Pd STK dari Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran mereka membuat diskusi semakin kaya dengan berbagai sudut pandang dan pengalaman.
Dalam webinar ini, saya berbagi pengalaman tentang Optimalisasi Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan MPI yang menarik. Saya menjelaskan bagaimana PMM bisa menjadi sumber referensi yang bermanfaat bagi guru untuk memberi inspirasi bagi untuk melaksanakan pembelajaran yang inovatif, Selain itu, saya juga berbicara tentang MPI (Media Pembelajaran Interaktif) yang dapat digunakan untuk membuat materi yang lebih dinamis dan interaktif.
Dengan menggunakan MPI, saya bisa menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan membuat siswa lebih tertarik mengikuti pelajaran.
Saya memilih MPI berbasis AS 3 karena platform ini memungkinkan pembuatan materi interaktif yang dinamis dengan animasi dan fitur interaktif yang lebih kaya. Dengan AS 3, saya bisa menyusun materi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, sehingga mereka dapat memahami materi dengan cara yang lebih menarik.
Sepanjang webinar, para peserta berjumlah 60 menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi ide. Beberapa peserta bertanya tentang tips untuk membuat konten interaktif menggunakan MPI, serta bagaimana menghadapi kendala teknis saat menggunakan aplikasi dalam pembelajaran.
Webinar lintas provinsi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi praktik baik, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi kami semua untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Kolaborasi lintas daerah ini memberikan kami wawasan baru tentang cara-cara kreatif yang bisa diterapkan dalam konteks yang berbeda-beda. Dengan teknologi, kita bisa menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, mendukung kearifan lokal, dan relevan bagi siswa di seluruh Indonesia.

Pada tanggal 24 Oktober 2024, kami mengadakan kegiatan berbagi praktik baik di SMA Al Mubarokah. Kegiatan ini dihadiri oleh 27 guru yang antusias untuk belajar dan mengembangkan keterampilan mereka dalam menyusun multimedia pembelajaran interaktif menggunakan Canva.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah, yang menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran di era digital ini. Beliau mengapresiasi upaya para guru untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran melalui teknologi.
Setelah sambutan, sesi pelatihan dimulai. Para peserta diajak untuk mengenal lebih jauh mengenai Canva, platform desain grafis yang memungkinkan pengguna untuk membuat berbagai jenis konten visual dengan mudah. Kami memberikan penjelasan langkah demi langkah tentang cara menggunakan fitur-fitur Canva, mulai dari membuat presentasi, poster, hingga video pembelajaran.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis para guru, tetapi juga mendorong kolaborasi dan tukar pikiran di antara mereka. Kami berharap bahwa hasil dari pelatihan ini akan diterapkan di kelas dan memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran siswa.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi, di mana para guru menyampaikan pengalaman dan kesan mereka. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menggunakan Canva dan siap untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam pengajaran mereka.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami percaya bahwa pendidikan di SMA Al Mubarokah akan semakin berkembang dan dapat menghadapi tantangan di masa depan. Mari kita terus berbagi praktik baik dan berinovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik!
Pada tanggal 23 Oktober 2024, kami mengadakan sesi pendampingan persiapan webinar yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB melalui Google Meet. Sesi ini dipandu oleh pendamping kami, Pak Nauval Abdillah, seorang Duta Teknologi dari Jawa Timur. Sesi tambahan ini diadakan atas inisiatif kelompok Sahabat Teknologi kami, bertujuan agar kami dapat mempersiapkan diri secara maksimal untuk tampil di webinar mendatang.
Selama sesi ini, kami membahas action plan yang telah dibuat sebelumnya. Pak Nauval memberikan panduan mengenai bagaimana sebaiknya webinar nanti difokuskan pada praktik-praktik pembelajaran berbasis TIK yang sudah diimplementasikan, bukan hanya teori. Beliau menekankan pentingnya berbagi pengalaman nyata agar peserta webinar dapat langsung menerapkan pembelajaran yang telah kami lakukan di kelas masing-masing.
Tak hanya itu, kami juga mendapat pelatihan teknis terkait pelaksanaan webinar, mulai dari proses recording, live streaming, hingga pembagian tugas yang akan mendukung kelancaran acara. Kami belajar cara menjadi moderator, mengatur bagian desain flayer, membuat link presensi, dan mempersiapkan segala kebutuhan teknis lainnya. Panduan ini sangat membantu kami dalam memahami peran masing-masing dan pentingnya kerja sama tim dalam menyukseskan acara.
Dengan adanya sesi pendampingan ini, kami merasa lebih siap dan percaya diri dalam menyelenggarakan webinar. Simulasi yang dilakukan memberikan gambaran jelas tentang alur acara dan situasi yang mungkin terjadi, sehingga kami bisa mengantisipasi berbagai kendala sebelum hari H. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Nauval yang dengan sabar dan ikhlas mendampingi serta membantu kami menyelesaikan tugas Level 4 ini. Berkat dukungannya, kami merasa lebih mantap untuk menyelenggarakan webinar yang inspiratif dan bermanfaat.
#blptkemendikbudristek
#merdekabelajar
#pembatik2024
#sahabatteknologikemendikbudristek
#platformmerdekamengajar
Pada tanggal 23 Oktober 2024, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi fasilitator acara berbagi praktik baik bersama 54 guru dari SMA Negeri 1 Gedangan. Acara ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00, dengan topik utama tentang pemanfaatan Moodle dan pembelajaran berbasis digital sebagai bagian dari tugas sekolah penggerak untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka (Kurmer).
Acara dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah, Bapak M. Zainul Arifin, S.Kom., M.M., yang membuka pertemuan dengan semangat dan antusiasme. Beliau menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya sekolah penggerak untuk saling berbagi praktik baik dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Bapak Zainul menekankan pentingnya kolaborasi antar sekolah dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. “Kita saling belajar dari apa yang sudah kita implementasikan di masing-masing sekolah, sehingga bisa saling memperkaya pengalaman,” katanya. Beliau juga menambahkan bahwa tidak hanya SMA Muhammadiyah 2 yang akan berbagi, tetapi SMA Negeri 1 Gedangan juga akan menyampaikan praktik baik yang telah mereka terapkan di sekolah mereka.
Setelah sambutan dari kepala sekolah, narasumber pertama, Naimul Hajar Alkaromi, M.Kom., dan Buarhan Ahmad Amuludi, S.Kom., sebagai Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Manajemen, memaparkan tentang pemanfaatan Moodle dalam pembelajaran. Mereka menjelaskan bahwa Moodle adalah salah satu Learning Management System (LMS) yang telah banyak digunakan oleh sekolah-sekolah di Indonesia.
Moodle tidak hanya memungkinkan guru untuk menyampaikan materi ajar secara digital, tetapi juga menyediakan fitur-fitur yang mendukung asesmen, kolaborasi siswa, dan pelacakan perkembangan belajar secara efektif. Para peserta terlihat antusias ketika mendengar bagaimana Moodle dapat memudahkan guru dalam menyusun pembelajaran daring yang lebih terstruktur dan terukur.
Narasumber juga membagikan pengalaman SMA Negeri 1 Gedangan dalam mengintegrasikan Moodle ke dalam sistem pembelajaran mereka. Mereka menyoroti bagaimana Moodle membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran digital dan memberikan fleksibilitas bagi guru dalam menyusun materi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Para peserta dari kedua sekolah tampak tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang langkah-langkah praktis dalam mengimplementasikan Moodle di sekolah mereka.
Setelah sesi dari para narasumber, giliran saya untuk melanjutkan dengan memperkenalkan fitur-fitur yang terdapat di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Saya menjelaskan bahwa PMM menawarkan berbagai sumber daya yang dapat membantu guru menyiapkan modul ajar berdiferensiasi, sehingga materi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa.
Selain itu, saya juga memperkenalkan beberapa alat berbasis AI yang bisa mendukung proses pengajaran, seperti Asisten Guru AI, Leonardo AI, dan Gamma AI. Alat-alat ini dirancang untuk membantu guru dalam menganalisis kebutuhan siswa, mempersonalisasi materi ajar, hingga memberikan rekomendasi strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Selain itu, saya juga memperkenalkan Game Bamboozle, sebuah platform interaktif yang dapat digunakan untuk membuat kuis dan permainan edukatif. Dengan game ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif, karena siswa diajak untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar melalui tantangan-tantangan gamified. Peserta tampak sangat antusias, terutama ketika saya memberikan contoh-contoh implementasi game dalam kelas yang berhasil meningkatkan motivasi siswa.
Sepanjang acara, para peserta dari SMA Negeri 1 Gedangan dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dan keberhasilan mereka dalam menggunakan Moodle, PMM, dan alat-alat berbasis AI dalam pembelajaran. Pertukaran ide berlangsung hangat, dengan banyak guru yang mengajukan pertanyaan dan berbagi solusi.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif pada pukul 12.00, di mana para peserta menyampaikan ketertarikan mereka untuk segera mengimplementasikan inovasi yang mereka pelajari.
Dengan semangat kolaborasi dan saling berbagi, kedua sekolah berhasil memperkaya pengalaman dan pengetahuan mereka dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif di era digital ini. Sebelum pulang, para peserta mendapatkan materi tambahan dan panduan praktis untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Pada 22 Oktober 2024, aula SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo sudah dipenuhi oleh 40 peserta yang terdiri dari guru-guru penuh semangat. Mereka berkumpul untuk mengikuti acara "Berbagi Praktik Baik Optimalisasi Pemanfaatan PMM dan MPI dalam Pembelajaran." Tepat pukul 7 pagi, acara dimulai dengan suasana penuh antusiasme, diawali oleh sambutan dari kepala sekolah, Bapak M Zainul Arifin, yang tampil sebagai keynote speaker.
Bapak Zainul membuka acara dengan menceritakan tentang Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang telah diterapkan di sekolah. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bagaimana SIM telah mempermudah berbagai aspek administrasi, termasuk pencatatan kehadiran, pengelolaan nilai siswa, serta pelaporan akademik yang lebih efisien. Beliau juga bercerita tentang bagaimana SIM ini telah membantu sekolah dalam memantau perkembangan siswa secara lebih terstruktur, sehingga dapat mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi siswa dengan lebih cepat. Beliau mengakhiri pembukaannya dengan menyatakan betapa pentingnya teknologi dalam menunjang efektivitas pembelajaran modern.
Setelah pembukaan yang inspiratif, giliran saya untuk memaparkan materi utama terkait optimalisasi penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Media Pembelajaran Interaktif (MPI). Dengan semangat yang tidak kalah, saya memulai sesi dengan mengenalkan berbagai fitur PMM yang dirancang untuk memudahkan tugas para guru dalam mengembangkan materi ajar yang berkualitas. Saya menunjukkan bagaimana PMM menyediakan sumber daya yang sangat kaya mulai dari contoh-contoh modul ajar, asesmen terstruktur, hingga pelatihan mandiri untuk pengembangan kompetensi guru.
Lalu, saya memperkenalkan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) sebagai alat yang sangat membantu untuk membuat kelas menjadi lebih hidup. Saya memaparkan cara menggunakan MPI untuk membuat presentasi interaktif, video pembelajaran, dan bahkan kuis digital yang bisa langsung diakses oleh siswa melalui perangkat mereka. Dengan ini, pembelajaran di kelas tidak lagi bersifat satu arah, melainkan dua arah, di mana siswa lebih terlibat aktif dalam proses belajar.
Saya membagikan beberapa contoh penerapan PMM dan MPI yang sudah dilakukan di beberapa kelas, memperlihatkan betapa efektifnya alat-alat ini dalam meningkatkan partisipasi siswa. Peserta yang hadir tampak tertarik dan mulai berdiskusi tentang bagaimana mereka bisa mengintegrasikan kedua platform ini ke dalam metode pengajaran mereka sendiri. Ada yang bertanya tentang cara membuat kuis interaktif, ada juga yang tertarik dengan cara menggunakan modul ajar di PMM untuk mata pelajaran yang mereka ajarkan.
Setelah sesi tanya jawab yang seru, acara ditutup pada pukul 08.30 dengan kesimpulan bahwa penggunaan teknologi seperti PMM dan MPI memang sangat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital ini. Saya merasa puas bisa berbagi pengalaman dan melihat antusiasme dari para peserta untuk mulai mengadopsi teknologi ini di kelas mereka masing-masing. Sebelum beranjak pulang, para peserta mendapatkan bahan ajar tambahan yang bisa mereka pelajari lebih lanjut, siap untuk diimplementasikan dalam kelas.

Setelah sambutan kepala sekolah, giliran narasumber pertama, Ibu Alfi Faridian, yang menyampaikan materinya. Ibu Alfi memaparkan tentang Capaian Pembelajaran (CP) terbaru dalam Kurikulum Merdeka. . Selain itu, Ibu Alfi menyoroti beberapa miskonsepsi yang masih sering muncul di kalangan pendidik terkait implementasi kurmer ini, misalnya anggapan bahwa setiap siswa harus mencapai standar yang sama dalam waktu yang sama, padahal Kurikulum Merdeka justru mendukung pembelajaran yang lebih fleksibel dan mendalam, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.
Narasumber kedua, Ibu Pratiwi Samsugiyarni, kemudian melanjutkan sesi dengan membahas tentang pembuatan modul ajar berdiferensiasi. Ibu Pratiwi menjelaskan bahwa diferensiasi dalam pengajaran merupakan kunci untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda. Ia memberikan contoh konkret bagaimana modul ajar dapat disesuaikan dengan gaya belajar siswa, dan penyediaan variasi metode pengajaran Dengan diferensiasi ini, siswa yang memiliki kemampuan dan minat yang berbeda bisa belajar dengan cara yang paling sesuai untuk mereka.
Para peserta dari SMA Islam Al-Amin terlihat sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Mereka banyak bertanya mengenai penerapan modul ajar berdiferensiasi dan bagaimana teknologi seperti PMM, AI, dan Wardwall bisa diintegrasikan dalam pembelajaran mereka sehari-hari. Diskusi berjalan hangat, dengan banyak guru yang berbagi pengalaman tentang tantangan yang mereka hadapi di kelas dan bagaimana mereka bisa menerapkan inovasi yang baru saja dipelajari.
Acara berakhir pada pukul 12 siang dengan sesi tanya jawab yang produktif. Para peserta membawa pulang banyak wawasan baru, materi digital, serta semangat untuk mulai mengintegrasikan teknologi dalam proses pengajaran mereka. Di penghujung acara, kepala sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif semua peserta, berharap pertemuan ini akan membuka jalan bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
Pada kegiatan kuliah umum pembatik 2024 Level 4 bertajuk "Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)," kami disuguhkan wawasan baru dan inspiratif tentang pembelajaran berbasis teknologi. Acara ini, yang berlangsung secara daring melalui live YouTube Rumah Belajar Kemendikbud pada tanggal 19 Oktober 2024, dimulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB
Dipandu oleh Pak Dewa dan Dayu Dewi sebagai MC, acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Dr. Yudhistira Nugroho, S.T., M.C.T.I., Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek, yang menekankan pentingnya peran AI dalam transformasi pendidikan. Menurutnya, AI dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan bagi kebutuhan siswa di era digital.
Selanjutnya, Bapak Wibowo Mukti, S.Kom., M.S.I., Kepala BLPT Kemendikbudristek, membahas penerapan AI dalam kelas. Dengan contoh konkret, ia menjelaskan bagaimana AI mendukung guru melalui analisis data siswa, sehingga mereka dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan efektif.
Acara ini juga menghadirkan Prof. Dr. Amiruddin Aziz, M.A., M.Pd., sebagai pembicara kunci yang membahas dampak jangka panjang AI terhadap perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Prof. Amiruddin menginspirasi peserta untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan teknologi. Beliau mengingatkan bahwa guru harus memanfaatkan teknologi untuk membangun karakter siswa yang kritis dan adaptif.
Dr. Ir. Eko Mursito Budi melanjutkan dengan membahas peran AI dalam meringankan tugas administratif guru, sehingga mereka bisa lebih fokus pada interaksi dengan siswa. Melalui teknologi seperti chatbot atau platform pembelajaran adaptif, AI dapat membantu mengurangi beban administrasi dan membuat proses belajar lebih lancar.
Acara diakhiri dengan diskusi panel yang dimoderatori oleh Bapak Andika Faris, di mana para guru berbagi pengalaman tentang tantangan dan solusi mereka dalam mengintegrasikan AI di kelas. Diskusi ini menjadi ajang saling belajar, dan para guru terinspirasi untuk terus mencoba inovasi baru di ruang kelas mereka. Kuliah umum pembatik 2024 Level 4 ini sukses memberikan pandangan segar dan semangat bagi para pendidik dan saya pada khususnya.
Pada malam tanggal 16 Oktober 2024, para Sahabat Teknologi Jawa Timur bergabung dalam sesi sinkronus Level 4 Pembatik. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB ini merupakan wadah bagi para guru untuk mendalami materi di Level 4 dan mendapatkan berbagai tips berharga agar berhasil lulus dalam program ini. Dengan format daring melalui platform Google Meet, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber ahli yang siap berbagi inspirasi dan ilmu.
Kegiatan ini dibuka oleh pak Bardo Baskoro dari BLPT Pusdatin Kemendikbudristek Jawa Timur yang memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk terus mengembangkan diri melalui teknologi. Dalam sambutannya, Bardo mengingatkan bahwa menjadi Sahabat Teknologi bukan hanya tentang menguasai teknologi, tetapi juga tentang menjadi inspirasi bagi para siswa dan rekan sejawat.
Para peserta berkesempatan belajar langsung dari para tutor yang kompeten, termasuk pakArif Darmawan dari BLPT Pusdatin Kemendikbudristek dan berbagai duta teknologi Dari Propinsi Jawa Timur seperti cak Rahmat Effendi, bunda raden roro Martiningsih, pak Noval Abdillah, bu Kiki Niken Saputri, pak Ilham Saputra, bu Eka Nurviana Fatmawati, serta pak Andika Faris. Mereka membagikan pengalaman dan tips praktis yang sangat berguna, terutama dalam pendalaman materi yang ada di modul-modul berikut:
1. Modul 11 - Membangun Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pemanfaatan Platform Teknologi
Dalam modul ini, para tutor menjelaskan berbagai cara memaksimalkan platform digital untuk berkolaborasi di lingkungan sekolah, maupun yang lebih luas dalam masyarakat..
2. Modul 12 - Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Pembelajaran dan Berbagi Inspirasi
Di sesi ini, para tutor memberikan inspirasi tentang bagaimana memanfaatkan media sosial untuk berbagi praktik baik dan pengalaman belajar. Mereka berbagi tips membuat konten edukatif yang menarik dan relevan, sehingga bisa menginspirasi guru lain serta siswa. Para tutor juga memberikan saran tentang jenis-jenis konten yang bisa dibuat, mulai dari infografis, video pembelajaran, hingga cerita inspiratif tentang pengalaman mereka
3. Modul 13 - Publikasi Karya Tulis untuk Pengembangan Profesi Guru
Para tutor memberikan panduan tentang cara menulis artikel yang layak dipublikasikan dan bermanfaat bagi dunia pendidikan. Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana memulai tulisan. Selain itu, peserta juga mendapatkan tips untuk mengatasi kesulitan menulis dan mempublikasikan karya di jurnal pendidikan atau blog edukasi.
Sesi ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang materi di Level 4, tetapi juga tips dan trik untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan baik dan masuk ke jajaran 5 besar Pembatik. Para tutor menyarankan peserta untuk konsisten dalam mengerjakan rencana aksi mereka, selalu terbuka untuk belajar, dan menjaga kolaborasi dengan peserta lain.
Setelah sesi yang penuh inspirasi ini, saya kembali dengan semangat dan kepercayaan diri baru. Mereka kini lebih siap untuk menghadapi tantangan di Level 4 dan mencapai tujuan untuk menjadi Duta Teknologi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa meskipun dilakukan secara daring, semangat dan energi kebersamaan tetap terasa kuat di antara para Sahabat Teknologi yang berkomitmen untuk memajukan pendidikan Indonesia
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim, Dr Eko Hardi Ansyah MPsi setelah kegiatan ME Awards 2024 ini diluncurkan pada hari Jumat (16/8) yang lalu.
“Pelaksanaan lomba ME Awards 2024 ini akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2024 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dengan mengusung tema The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengapresiasi kontribusi dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh generasi muda Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.
Peserta yang dapat mengikuti lomba adalah kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan sekolah/madrasah Muhammadiyah seluruh Indonesia.
Pendaftaran ME Awards 2024 ini dapat dilakukan melalui akun laman sekolah masing-masing di website sekolah.dikdasmen.id. Dengan batas akhir pendaftaran pada tanggal 20 September 2024.
Untuk kejelasan informasi lomba ME Awards 2024 ini, baik pendaftaran maupun ketentuan teknis pelaksanaannya dapat dibaca pada guide book yang telah disusun dan diterbitkan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim dengan mengunduhnya di website sekolah.dikdasmen.id.
Inilah 18 cabang lomba dalam kompetisi ME Awards 2024:
Bagi para juara diberikan hadiah berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan.
sumber : pwmu.co
Ini adalah popup yang akan muncul hanya sekali.